- Advertisement -
Esport News

Wanita dan Esports Indonesia

Wanita dan Esports IndonesiaThe 30th Edisi April
The 30th Edisi April

Wanita atau Perempuan merupakan salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang paling lembut dan penuh kasih sayang. Perbedaan yang mereka miliki dibanding Pria dari banyak hal membuat mereka spesial dan mendapatkan banyak perlakuan spesial diranah umum.Namun cara pandang dan pemikiran Stereotype ini lah juga tidak selalu menguntungkan para kaum hawa dan tak jarang juga mereka selalu dipandang rendah oleh beberapa pihak. Hal hal tersebut seperti perbedaan upah yang diterima oleh seorang perempuan ditempat kerja ketimbang laki laki, beberapa lapangan pekerjaan yg hanya boleh diambil oleh laki laki hingga perbedaan hak dan kewajiban yang ada dibeberapa fasilitas umum serta banyak hal lainnya.

Tapi apakah diskriminasi tersebut juga terjadi di ranah Esports Indonesia ? Tentu saja, kita dapat  melihat bahwa sedikitnya jumlah player professional yang berasal dari kalangan Wanita dibanding Pria. Tak hanya player, dari sisi Talent juga, kita masih banyak melihat Shoutcaster Pria lebih mendominasi. Sisi Organizer atau Penyelenggara acara ? Tentu saja laki laki, sangat sedikit jumlah seorang wanita yang turun sebagai staf dan juga crew di sebuah Event Esports. Hanya satu kategori dimana perempuan unggul di ranah Esport Indonesia yaitu Influencer seperti BA dan juga Publik Figur yang dapat meramaikan acara. Tapi apakah hanya sampai disitu kemampuan dan kapabilitas seorang wanita di Esports ?

Jika dibilang wanita tidak memiliki kesempatan yang sama dengan pria menurut saya pribadi itu sebuah kesalahan besar. Apakah disetiap turnamen yang ada pernah ada tertulis peraturan seperti “Tournament ini hanya untuk Laki Laki” atau “Tidak diperbolehkan untuk perempuan” ? Lalu apa harus selalu seteam dengan perempuan jika ingin ikut tournament ? Memang kenapa jika bermain satu tim dengan laki laki ? Lalu apakah wanita juga tidak diperbolehkan bisa belajar mengenai cara casting dan mekanisme sebuah game untuk bisa jadi seorang shoutcaster ? Ada yang melarang ? Lalu kenapa tidak belajar dan mengambil kesempatan ? Saya rasa setiap orang, baik itu laki laki atau perempuan memiliki kesempatan yang sama didalam apapun. Dan tidak seharusnya wanita malah merendahkan diri mereka sendiri dihadapan yang lain dengan cara tidak menjalankan atau menggeluti hobi mereka hanya karena mereka perempuan.

NAMUN, tidak semua perempuan se optimis dan senekat itu dalam menjalankan apa yang mereka mau. Kembali kita ke paragraf pertama artikel ini bahwa Wanita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling lembut dan penuh kasih sayang. Berbeda dengan para kaum Adam pada umumnya, kaum Hawa memiliki fisik yang lebih lemah dan juga tingkat sensitifitas dalam merasakan suatu hal lebih tinggi. Mungkin Esports bukan suatu kegiatan yang menggunakan banyak anggota tubuh namun tetap kekuatan fisik adalah salah satu penentu APM didalam sebuah game. Tingginya APM ditentukan oleh kekuatan fisik, daya konsentrasi dan juga kemampuan berpikir. Laki laki memiliki rata rata APM yg lebih tinggi dibanding perempuan, itulah mengapa kemampuan perempuan dalam bermain game lebih rendah dari laki laki pada umumnya. Dan dari situ mulai lah muncul premis bahwa “Wanita akan selalu kalah bertanding dengan Pria didalam game.” yang membuat kebanyakan Wanita langsung takut dan tidak mau mencoba dahulu melawan Pria dalam sebuah pertandingan.

Lalu bagaimana jika ada beberapa wanita yang cukup unik dan mampu bersaing dengan pria bahkan yg professional sekalipun. Bukannya dia bisa team up bareng cowok cowok ? Eittss.. Tidak semua wanita bisa bergaul dengan baik bersama para laki laki. Mengapa ? Karena kembali lagi karakteristik laki laki dan wanita itu berbeda. Dan cara bergaul mereka pada umumnya juga berbeda. Laki laki cenderung bergaul agak liar tanpa barrier dan penghalang, mereka bebas mau melakukan apa saja dan jika ada yang berlebihan, mereka bisa saling memaafkan dalam hitungan detik. Berbeda dengan perempuan, mereka cenderung lebih menghormati satu sama lain karena mereka sadar bahwa mereka sensitif. Bukan suatu hal yang mustahil namun sangat sulit untuk seorang wanita dapat bergaul dilingkungan apalagi bekerja sama didalam satu lingkungan yang dipenuhi laki laki apalagi dia sendirian.

Karena hal diatas, kembali menunjukkan stigma di beberapa orang bahwa perempuan tidak lebih baik dan professional dibanding pria dibidang Esports baik dari segi Permainan dan Bakat yang dimiliki. Stigma ini pun menular ke beberapa brand dan juga vendor yg tadinya ingin membuat tim wanita dan merekrut salah seorang player perempuan atau menghire talent perempuan untuk ikut andil dalam sebuah bagian event esports pun gagal.

Tapi jangan salah, pernahkah kamu mendengar AudreyFF dan juga Nixia ? Bagaimana kalau Donna Visca ? Atau Velajave ? Jika kamu cukup aktif mengikuti esports di Indonesia kalian pasti sadar dengan nama nama yang saya sebutkan tadi. AudreyFF dan Nixia merupakan Professional Player yang mengepalai 2 organisasi esports wanita terbesar di Indonesia yaitu Female Fighter dan juga NXA-Ladies. Keduanya memiliki nama dan juga achievement yang sangat besar di dunia Esports Indonesia. Ada lagi Donna Visca, seorang gadis muda yang sangat passionate dibidang Esports dan kerap kali menjadi model, pembawa acara, bintang tamu dan bahkan host dibeberapa event Esports. Kemampuan speakingnya patut diacungi jempol karena dapat banyak membuat orang terpukau. Adalagi Veronica Fortuna atau Velajave seorang gadis muda yang sangat suka melakukan shoutcasting atau menjadi komentator dalam sebuah pertandingan Esports. Bahkan dia dapat mengalahkan seluruh laki laki yang ikut berkompetisi di AMD Caster Talent bulan Maret lalu dan menjadi juara 1 padahal dia satu satunya perempuan di dalam perlombaan itu.

AudreyFF salah satu Wanita yang sukses berkarir di Esports
AudreyFF salah satu Wanita yang sukses berkarir di Esports

Dan mereka pun juga menyampaikan pendapat mereka terhadap problematika yang dihadapi melalui pengalaman mereka sendiri dimulai dari Ridha Audrey sang Pendiri dan juga Pemiliki Female Fighter :

“Potensi dan peluang ada pastinya untuk para wanita yang ingin berkarir di Esports karena aku sendiri sudah merasakannya. Jalannya pun beda beda untuk setiap perempuan , da yg memilih sukses sebagai Professional Player, ada juga yg sebagai Influencer dan Caster dan banyak profesi lainnya. Tinggal masing masing dari kalian aja memilih jalan yg paling diinginkan sesuai passionnya.”

Selain itu Velajave pun juga ikut memberikan pendapat yang tidak kalah menarik dan semangat tentang peran serta Wanita di Esports Indonesia sendiri :

“Setiap wanita punya POTENSI di Esports. Tingkat kesuksesannya ada berapa besar? Semua tergantung hardworknya kita. Kita ga bs cuma nganggep apa yang kita punya itu cukup, kita harus belajar lebih giat dar ipada kaum adam karena ranah ini bukan ranah asli kita. For any woman that fighting for esport, keep fighting, jangan berhenti karena jalannya susah karena usaha tidak membohongi hasil. Saya akan sangat bersabar menunggu sampai wanita benar-benar di pandang di esport.”

Pendapat kedua wanita super kita sama seperti yang saya miliki bahwa terlepas dari semua stigma negatif yang ada, chance atau kesempatan yang wanita miliki di Dunia Esports sebenarnya sama dibanding dengan Pria. Tinggal bagaimana setiap wanita itu sendiri mau menekuni’nya atau tidak. Jika masih ragu, Audrey dan Velajave sudah membuktikannya sendiri dan mereka berhasil dan sukses di Esports. Namun itu tidaklah mudah, kamu harus menekuni apa yang menjadi bakat dan passionmu di Esports.

Lalu untuk teman teman sekalian yang membaca artikel ini, mari kita bersama membuat Esports Indonesia lebih ramah dan diminati untuk teman teman wanita yang ingin menikmati scene Esports ini. Dengan cara menghormati privasi mereka, mendukung mereka dengan cara yang positif dan tidak memandang rendah setiap aktivitas mereka. Mari wujudkan Esports Indonesia yang ramah dan nyaman untuk semua orang.

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry